ane lagi belajar jadi blogger ceritanya...
nah di blog ini ane mau nge share tugas tugas jaman2 SMA hahah. barangkali ada anak2 yang lagi nyari tugas kan bisa langsung copy paste wkwkwkwk....
nah untuk post pertama ini ane mau nge share tugas ekonomi ane dulu mengenai
INFLASI
2.1
INFLASI
- A. Pengertian Inflasi
Inflasi adalah kenaikan harga
(penurunan nilai barang dan jasa) secara terus menerus dalam berkepanjangan
atau dalam jangka waktu yang lama dan akan mengakibatkan nilai mata uang akan
mengalami penurunan. Secara singkat dapat diartikan,Inflasi adalah Suatu keadaan perekonomian dimana
harga-harga secara umum mengalami kenaikan. Infalsi berlangsung dalam jangka
waktu yang panjang tidak bersifat sementara, bersifat sementara seperti
kenaikan yang diakibatkan karena masa lebaran bukan termasuk dalam inflasi
karena setelah lebaran harga-harga akan turun kembali.
Inflasi
dapat juga dikatakan sesuatu yang dihadapi setiap hari, ketika pergi ke pasar
merasakan perbedaan harga kemarin dan hari ini maka itulah inflasi, ketika
berobat ke dokter harga obat meningkat dari tahun lalu. Inflasi dapat
menyebabkan nilai mata uang turun dapat kita amati ketika harga somay naik dari
Rp 4.000 menjadi Rp 10.000, ada kemungkinan semakin banyak orang datang untuk
menikmati somay, namun hal itu mungkin tidak terjadi, lebih mungkin kenikmatan
orang akan somay hampir sama dari waktu ke waktu, namun uang yang di gunakan
untuk membeli somay menjadi kurang berharga.
- B. Penyebab Inflasi
Penjelasan
klasik mengenai terjadinya inflasi adalah masuknya uang terlalu banyak ke
masyarakat sehingga masyarakat semakin ingin membelanjakan uang mereka,dan
jumlah barang yang tidak seimbang dengan permintaan pasar(konsumen) membuat
harga barang naik.
Inflasi
disebabkan oleh kenaikan permintaan, kenaikan harga produksi dan pertambahan
uang yang beredar.
a) Inflasi
karena kenaikan permintaan (demand-pull inflation)
Inflasi seperti ini
terjadi karena adanya kenaikan permintaan untuk beberapa jenis barang.
Permintaan masyarakat meningkat secara agregat (aggregate demand), permintaan masyarakat terhadap barang lebih
besar dari pada penawaran barang sehingga terjadi ketidak seimbangan antara
permintaan dan penawaran, akhirnya harga barang naik. Peningkatan permintaan
dapat terjadi karena peningkatan belanja pemerintah, peningkatan permintaan
barang ekspor, peningkatan barang untuk kebutuhan swasta, terlalu banyak uang
yang di lahirkan oleh bank sentral dapat menyebabkan inflasi, peningkatan
anggaran belanja Negara dan ekspansi dapat meningkatkan permintaan barang secaa
keseluruhan, pajak di turunkan atau konsumen enggan menabung dapat menyebabkan
inflasi.
b) Inflasi
yang disebabkan karena kenaikan biaya produksi (Cost-Push Inflation)
Pada
kenaikan biaya produksi terjadi bukan karena ketidakseimbangan antara
permintaan barang dan penawaran. Inflasi seperti ini terjadi karena adanya
kenaikan biaya produksi.misalnya karena keberhaslan serikat buruh dalam
kenaikan upah atau karena naiknya BBM.
Menurut
teori ini pekerja yang menuntut gaji yang lebih besar pada perusahaan saat
perusahaan harus membayar gaji tinggi pada karyawannya biaya produksi
meningkat.
Proses inflasi spiral
(Cost-Push Inflation)
|
2. Biaya produksi perusahaan naik
|
|
3. Perusahaan menurunkan jumlah produksi barang
|
|
5. Buruh harus memenuhi kebutuhan.
|
|
4. Harga barang di
pasar naik.
|
|
1.
Serikat pekerja menuntut kenaikan gaji
|
c) Inflasi karena jumlah uang yang beredar
bertambah
Teori
yang di tunjukan oleh kaum klasik mengatakan bahwa ada hubungan antara uang
yang beredar dengan harga-harga. Jika jumlah barang tetap, sedangkan uang
beredar 2 kali lipat maka harga barang akan naik 2 kali lipat. Penambahan uang
yang beredar dapat terjadi misalnya kalau pemerintah memakai system anggaran
deficit. Kekurangan anggaran ditutup dengan mencetak uang baru ysng mengakibatkan
harga-harga naik.
- C. Jenis-jenis Inflasi
a) Jenis
inflasi berdasarkan tingkat keparahannya
Dapat
dibedakan atas :
1. Inflasi
ringan
Inflasi
ringan adalah inflasi yang belum begitu menganggu keadaan ekonomi, masih mudah
di kendalikan belum menimbulkan krisis di bidang ekonomi.
2. Inflasi
sedang
Inflasi
ini belum membahayakan kegiatan ekonomi, tetapi sudah menurunkan kesejahteraan
orang-orang yang berpenghasilan tetap.
3. Inflasi
berat
Inflasi
ini sudah mengacaukan kondisi perekonomian, dalam inflasi ini orang cendenrung
menyimpan barang dan enggan menabung karena bunga tabungan lebih rendah dari
laju inflasi.
4. Inflasi
sangat berat (hyperinflation)
Inlasi
henis ini sudah mengacaukan kondisi oerekonomian dan dikendalikan dengan
kebijakan fiskal dan moneter .
Dalam
tabel di jelaskan presentasi berdasarkan tingkat keparahan
|
No
|
Jenis
Inflasi
|
Presentase
|
|
1.
|
Inflasi
ringan
|
Dibawah
10% setahun
|
|
2.
|
Inflasi
sedang
|
10%
- 30% setahun
|
|
3.
|
Inflasi
berat
|
30%
- 100% setahun
|
|
4.
|
Inflasi
sangat berat
|
Diatas
100% setahun
|
b) Jenis
Inflasi berdasarkan sumbernya
1. Inflasi
yan bersumber dari luar negri
Terjadi
karena ada kenaikan harga diluar negri. Dalam perdagangan bebas, banyak negara
yang saling berhubungan dalam perdagangan, jika Negara mengimpor barang dari
Negara yang mengalami inflasi maka otomatis kenaikan harga tersebut akan
mempengaruhi harga-harga dalam negri dan menyebabkan inflasi.
2. Inflasi
yang bersumber dari dalam negri
Terjadi
karena pencetakan uang baru oleh pemerintah atau penerapan anggaran defisit, dapat
juga terjadi karena gagal panen, karena menyebabkan penawaran berkurang harga
tetap, menyebabkan harga akan naik
c) Jenis
Inflasi berdasarkan penyebabnya
1. Inflasi
karena kenaikan permintaan
Kenaikan
terkadang tidak dapat dipengaruhi produsen. Oleh karena itu, harga-harga
cederung naik, sesuai hukum ekonomi “ jika permintaan naik sedangkan penawaran
tetap maka harga cenderung naik”.
2. Inflasi
karena kenaikan biaya produksi
Kenaikan
biaya produksi mengakibatkan harga penawaran barang naik, sehingga dapat menimbulkan
inflasi.
- D. Meghitung Inflasi
Angka inflasi merupakan indikator yang digunakan untuk menghitung laju
ekonomi dan untuk mengambil keputusan. Misalnya perusahaan akan menaikan gaji
karyawan untuk mengimbangi kenaikan harga akibat inflasi, jika tingkat inflasi
10% dan gaji naik 5% maka kenaikan gaji itu tidak cukup untuk mengimbangi
kenaikan inflasi. Indikator ekonomi ialah tinggi rendahnya angka inflasi.
Kenaikan angka inflasi/ laju inflasi ialah tingkat
presentasi kenaikan harga dalam beberapa indeks harga dalam satu period eke
periode lainnya.
Untuk menghitung besarnya inflasi harus mengetahui Indeks Harga Konsumen
(IHK) mengukur perubahan harga kelompok barang dan jasa yang sering dipakai
dalam rumah tangga dalam jangka waktu
tertentu, seperti:
a. Bahan
makanan.
b. Makan
jadi, minuman, rokok, dan tembakau.
c. Perumahan.
d. Sandang.
e. Kesehatan.
f. Pendidikan,
rekreasi, dan olah raga.
g. Transportasi
dan komunikasi.
Jadi
menghitung laju inflasi dapat menggunakan rumus :
IHKperiode ini — IHKperiode
sebelumnya DIBAG
--------------------------------------------------100%
IHK periode
sebelumnya
Contoh
:
IHK
bulan april 2004 adalah 111,91 sementara IHK bulan Maret 2004 adalah 1110,83,
maka laju inflasi bulan april 2004 adalah….
Jawab:
IHK
april – IHK maret 111,91– 110,83
------------------------ 100% = ------------------- 100 % =
0,97
IHK maret 110,83
- E. Dampak dan Cara mengendalikan Inflasi
a.
Dampak inflasi
Inflasi tidak selalu
berdampak buruk pada perekonomian, inflasi yang terkendali dapat meningkatkan
perekonomian, berikut ini akibat inflasi terhadap perekonomian :
1)
Dampak Inflasi terhadap pendapatan
Inflasi dapat mengubah
pendapatan masyarakat bisa menguntungkan dan merugikan. Inflasi dapat mendorong
perkembangan ekonomi, yang dapat mendorong pengusaha memperluas produksinya
maka akan tumbuh kesempatan kerja baru danbertambah pendapatan seseorang.
Namun, bagi masyarakat penghasilan tetap inflasi merugikan karena penghasilan
tetap di tukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit.
2)
Dampak Inflasi terhadap Ekspor
Daya saing barang ekspor berkurang karena
harga barang ekspor semakin mahal, inflasi dapat menyulitkan para eksportir dan
Negara, Negara rugi karena daya saing barang berkurang devisa yang di peroleh
semakin kecil.
3)
Dampak inflasi terhadap minat orang untuk
menabung
Pendapatan riil para
penabung berkurang karena jumlah bunga yang diteima berkurang karena laju
inflasi, missal juni 2006 seorang menyetor uang ke bank dalam bentuk deposito
setahun, deposito menghasilkan bunga 15% pertahun, tingkat inflasi januari
2006-januari 2007 cukup tinggi 11% maka pendapatan uang yang didepositikan
tinggal 4% maka minat orang untuk menabung akan berkurang.
4)
Dampak inflasi terhadap kalkulasi harga
pokok
Menyebabkan perhitungan
harga pokok terlalu besar dan kecil, presentasi dari inflansi tidak teratur,
tidak memastikan persen inflasi untuk masa tertentu, penetapan harga pokok dan
harga jual tidak tepat, inflasi mengacaukan perekonomian terutama produsen.
b.
Cara mengendalikan Inflasi
Tingkat inflasi yang
terlalu tinggi membahayakan perekonomian suatu negara. Berikut tindakan
pengendalian inflasi:
1)
Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter
adalah kebijakan pemerintah di bidang
keuangan (melalui bank sentral) untuk mengatur agar jumlah uang yang beredar
sesuai jumlah yang di butuhkan dalam suatu system perekonomian. Kebijakan
tersebut diantaranya :
a)
Kebijakan penetapan persediaan kas
Bank sentaral dapat
mengambil kebijakan mengambil uang yang beredar dengan menetapkan uang kas pada
bank, dengan mewajibkan bank umum meningkatkan persediaan kas, maka uang yang
diedarkan bank umum memjadi sedikit dengan mengurangi uang beredar inflasi
dapat di tekan.
b)
Kebijakan diskonto
Bank sentral
meningkatkan nilai suku bunga, bertujuan agar masyarakat terdorong untuk
menabung, agar uang yang beredarbdapat berkurang dan inflasi dapat di tekan.
c)
Kebijakan operasi pasar terbuka
Bank sentral mengurangi
jumlah uang dengan menjual surat berharga
misal Surat Utang Negara (SUN), semakin banyak surat terjual jumlah uang
semakin berkurang dan menekan inflasi.
2)
Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiscal adalah
langkah untuk memengaruhi penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan
dapat mempengarhi tingkat inflasi, diantaranya:
a)
Menghemat pengeluaran pemerintah
Dalam menekan Inflasi
dengan cara mengurangi pengeluaran, sehingga permintaan barang dan jasa
berkurang akhirnya dapat menurunkan harga.
b)
Menaikan tarif pajak
Naiknya tarif pajak
rumah tangga dan perusahaan akan mengurangi tingkat konsumsi dan dapat
mengurangi permintaan barang dan jasa, sehingga harga dapat turun.
3)
Kebijakan diluar Kebijakan Moneret dan
Kebijakan Fiskal
a)
Meningkatkan produksi dan jumlah barang
di pasar
Pemerintah mengeluarkan
peraturan yang mendorong produsen menambah produksi dengan member premi atau
subsidi pada perusahaan yang memenuhi target tertentu, pemerintah melonggarkan
keran import untuk menambah barang yang beredar dengan menurunkan bea masuk
barang impor.
b)
Menetapkan harga maksimum untuk beberapa
jenis barang
Penetapan akan
mengendalikan harga ehingga inflasi dapat terkendali, penetapah harga harus
realistis, jika tidak realistis dapat terjadi pasar gelap (black market).
SEKIAN...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar