Selasa, 17 Mei 2016

hallo guys... ini post pertama ane nih .
ane lagi belajar jadi blogger ceritanya...
nah di blog ini ane mau nge share tugas tugas jaman2 SMA hahah. barangkali ada anak2 yang lagi nyari tugas kan bisa langsung copy paste wkwkwkwk....


nah untuk post pertama  ini ane mau nge share tugas ekonomi  ane dulu mengenai
 INFLASI



2.1                        INFLASI

  • A.    Pengertian  Inflasi

            Inflasi adalah kenaikan harga (penurunan nilai barang dan jasa) secara terus menerus dalam berkepanjangan atau dalam jangka waktu yang lama dan akan mengakibatkan nilai mata uang akan mengalami penurunan. Secara singkat dapat diartikan,Inflasi  adalah Suatu keadaan perekonomian dimana harga-harga secara umum mengalami kenaikan. Infalsi berlangsung dalam jangka waktu yang panjang tidak bersifat sementara, bersifat sementara seperti kenaikan yang diakibatkan karena masa lebaran bukan termasuk dalam inflasi karena setelah lebaran harga-harga akan turun kembali.
Inflasi dapat juga dikatakan sesuatu yang dihadapi setiap hari, ketika pergi ke pasar merasakan perbedaan harga kemarin dan hari ini maka itulah inflasi, ketika berobat ke dokter harga obat meningkat dari tahun lalu. Inflasi dapat menyebabkan nilai mata uang turun dapat kita amati ketika harga somay naik dari Rp 4.000 menjadi Rp 10.000, ada kemungkinan semakin banyak orang datang untuk menikmati somay, namun hal itu mungkin tidak terjadi, lebih mungkin kenikmatan orang akan somay hampir sama dari waktu ke waktu, namun uang yang di gunakan untuk membeli somay menjadi kurang berharga.


  • B.     Penyebab Inflasi

Penjelasan klasik mengenai terjadinya inflasi adalah masuknya uang terlalu banyak ke masyarakat sehingga masyarakat semakin ingin membelanjakan uang mereka,dan jumlah barang yang tidak seimbang dengan permintaan pasar(konsumen) membuat harga barang naik.
Inflasi disebabkan oleh kenaikan permintaan, kenaikan harga produksi dan pertambahan uang yang beredar.
a)      Inflasi karena kenaikan permintaan (demand-pull inflation)
Inflasi seperti ini terjadi karena adanya kenaikan permintaan untuk beberapa jenis barang. Permintaan masyarakat meningkat secara agregat (aggregate demand), permintaan masyarakat terhadap barang lebih besar dari pada penawaran barang sehingga terjadi ketidak seimbangan antara permintaan dan penawaran, akhirnya harga barang naik. Peningkatan permintaan dapat terjadi karena peningkatan belanja pemerintah, peningkatan permintaan barang ekspor, peningkatan barang untuk kebutuhan swasta, terlalu banyak uang yang di lahirkan oleh bank sentral dapat menyebabkan inflasi, peningkatan anggaran belanja Negara dan ekspansi dapat meningkatkan permintaan barang secaa keseluruhan, pajak di turunkan atau konsumen enggan menabung dapat menyebabkan inflasi.

b)      Inflasi yang disebabkan karena kenaikan biaya produksi (Cost-Push Inflation)
Pada kenaikan biaya produksi terjadi bukan karena ketidakseimbangan antara permintaan barang dan penawaran. Inflasi seperti ini terjadi karena adanya kenaikan biaya produksi.misalnya karena keberhaslan serikat buruh dalam kenaikan upah atau karena naiknya BBM.
Menurut teori ini pekerja yang menuntut gaji yang lebih besar pada perusahaan saat perusahaan harus membayar gaji tinggi pada karyawannya biaya produksi meningkat.
                  Proses inflasi spiral (Cost-Push Inflation)
2. Biaya produksi perusahaan naik
3. Perusahaan menurunkan jumlah produksi barang
5. Buruh harus memenuhi kebutuhan.
4. Harga barang di     pasar naik.
1.       Serikat pekerja menuntut kenaikan gaji
 

c)      Inflasi  karena jumlah uang yang beredar bertambah 
Teori yang di tunjukan oleh kaum klasik mengatakan bahwa ada hubungan antara uang yang beredar dengan harga-harga. Jika jumlah barang tetap, sedangkan uang beredar 2 kali lipat maka harga barang akan naik 2 kali lipat. Penambahan uang yang beredar dapat terjadi misalnya kalau pemerintah memakai system anggaran deficit. Kekurangan anggaran ditutup dengan mencetak uang baru ysng mengakibatkan harga-harga naik.


  • C.     Jenis-jenis Inflasi

a)      Jenis inflasi berdasarkan tingkat keparahannya
Dapat dibedakan atas :
1.      Inflasi ringan
Inflasi ringan adalah inflasi yang belum begitu menganggu keadaan ekonomi, masih mudah di kendalikan belum menimbulkan krisis di bidang ekonomi.
2.      Inflasi sedang
Inflasi ini belum membahayakan kegiatan ekonomi, tetapi sudah menurunkan kesejahteraan orang-orang yang berpenghasilan tetap.
3.      Inflasi berat
Inflasi ini sudah mengacaukan kondisi perekonomian, dalam inflasi ini orang cendenrung menyimpan barang dan enggan menabung karena bunga tabungan lebih rendah dari laju inflasi.
4.      Inflasi sangat berat (hyperinflation)
Inlasi henis ini sudah mengacaukan kondisi oerekonomian dan dikendalikan dengan kebijakan fiskal dan moneter .
Dalam tabel di jelaskan presentasi berdasarkan tingkat keparahan
No
Jenis Inflasi
Presentase
1.
Inflasi ringan
Dibawah 10% setahun
2.
Inflasi sedang
10% - 30% setahun
3.
Inflasi berat
30% - 100% setahun
4.
Inflasi sangat berat
Diatas 100% setahun

b)      Jenis Inflasi berdasarkan sumbernya
1.      Inflasi yan bersumber dari luar negri
Terjadi karena ada kenaikan harga diluar negri. Dalam perdagangan bebas, banyak negara yang saling berhubungan dalam perdagangan, jika Negara mengimpor barang dari Negara yang mengalami inflasi maka otomatis kenaikan harga tersebut akan mempengaruhi harga-harga dalam negri dan menyebabkan inflasi.
2.      Inflasi yang bersumber dari dalam negri
Terjadi karena pencetakan uang baru oleh pemerintah atau penerapan anggaran defisit, dapat juga terjadi karena gagal panen, karena menyebabkan penawaran berkurang harga tetap, menyebabkan harga akan naik
c)      Jenis Inflasi berdasarkan penyebabnya
1.      Inflasi karena kenaikan permintaan
Kenaikan terkadang tidak dapat dipengaruhi produsen. Oleh karena itu, harga-harga cederung naik, sesuai hukum ekonomi “ jika permintaan naik sedangkan penawaran tetap maka harga cenderung naik”.
2.      Inflasi karena kenaikan biaya produksi
Kenaikan biaya produksi mengakibatkan harga penawaran barang naik, sehingga dapat menimbulkan inflasi.


  • D.    Meghitung Inflasi

          Angka inflasi merupakan indikator yang digunakan untuk menghitung laju ekonomi dan untuk mengambil keputusan. Misalnya perusahaan akan menaikan gaji karyawan untuk mengimbangi kenaikan harga akibat inflasi, jika tingkat inflasi 10% dan gaji naik 5% maka kenaikan gaji itu tidak cukup untuk mengimbangi kenaikan inflasi. Indikator ekonomi ialah tinggi rendahnya angka inflasi.
Kenaikan angka inflasi/ laju inflasi ialah tingkat presentasi kenaikan harga dalam beberapa indeks harga dalam satu period eke periode lainnya.
          Untuk menghitung besarnya inflasi harus mengetahui Indeks Harga Konsumen (IHK) mengukur perubahan harga kelompok barang dan jasa yang sering dipakai dalam rumah tangga  dalam jangka waktu tertentu, seperti:
a.       Bahan makanan.
b.      Makan jadi, minuman, rokok, dan tembakau.
c.       Perumahan.
d.      Sandang.
e.       Kesehatan.
f.       Pendidikan, rekreasi, dan olah raga.
g.      Transportasi dan komunikasi.
Jadi menghitung laju inflasi dapat menggunakan rumus :
             IHKperiode ini — IHKperiode sebelumnya DIBAG
            --------------------------------------------------100%     
                                                        IHK periode sebelumnya
Contoh :
IHK bulan april 2004 adalah 111,91 sementara IHK bulan Maret 2004 adalah 1110,83, maka laju inflasi bulan april 2004 adalah….

Jawab:
IHK april – IHK maret                    111,91– 110,83
------------------------  100% =   ------------------- 100 % = 0,97
        IHK maret                                  110,83

                                          


  • E.     Dampak dan Cara mengendalikan Inflasi
a.       Dampak inflasi
Inflasi tidak selalu berdampak buruk pada perekonomian, inflasi yang terkendali dapat meningkatkan perekonomian, berikut ini akibat inflasi terhadap perekonomian :
1)      Dampak Inflasi terhadap pendapatan
Inflasi dapat mengubah pendapatan masyarakat bisa menguntungkan dan merugikan. Inflasi dapat mendorong perkembangan ekonomi, yang dapat mendorong pengusaha memperluas produksinya maka akan tumbuh kesempatan kerja baru danbertambah pendapatan seseorang. Namun, bagi masyarakat penghasilan tetap inflasi merugikan karena penghasilan tetap di tukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit.

2)      Dampak Inflasi terhadap Ekspor
 Daya saing barang ekspor berkurang karena harga barang ekspor semakin mahal, inflasi dapat menyulitkan para eksportir dan Negara, Negara rugi karena daya saing barang berkurang devisa yang di peroleh semakin kecil.

3)      Dampak inflasi terhadap minat orang untuk menabung
Pendapatan riil para penabung berkurang karena jumlah bunga yang diteima berkurang karena laju inflasi, missal juni 2006 seorang menyetor uang ke bank dalam bentuk deposito setahun, deposito menghasilkan bunga 15% pertahun, tingkat inflasi januari 2006-januari 2007 cukup tinggi 11% maka pendapatan uang yang didepositikan tinggal 4% maka minat orang untuk menabung akan berkurang.

4)      Dampak inflasi terhadap kalkulasi harga pokok
Menyebabkan perhitungan harga pokok terlalu besar dan kecil, presentasi dari inflansi tidak teratur, tidak memastikan persen inflasi untuk masa tertentu, penetapan harga pokok dan harga jual tidak tepat, inflasi mengacaukan perekonomian terutama produsen.

b.      Cara mengendalikan Inflasi
Tingkat inflasi yang terlalu tinggi membahayakan perekonomian suatu negara. Berikut tindakan pengendalian inflasi:
1)      Kebijakan Moneter
Kebijakan moneter adalah  kebijakan pemerintah di bidang keuangan (melalui bank sentral) untuk mengatur agar jumlah uang yang beredar sesuai jumlah yang di butuhkan dalam suatu system perekonomian. Kebijakan tersebut diantaranya :
a)      Kebijakan penetapan persediaan kas
Bank sentaral dapat mengambil kebijakan mengambil uang yang beredar dengan menetapkan uang kas pada bank, dengan mewajibkan bank umum meningkatkan persediaan kas, maka uang yang diedarkan bank umum memjadi sedikit dengan mengurangi uang beredar inflasi dapat di tekan.

b)     Kebijakan diskonto
Bank sentral meningkatkan nilai suku bunga, bertujuan agar masyarakat terdorong untuk menabung, agar uang yang beredarbdapat berkurang dan inflasi dapat di tekan.
c)      Kebijakan operasi pasar terbuka
Bank sentral mengurangi jumlah uang dengan menjual surat berharga  misal Surat Utang Negara (SUN), semakin banyak surat terjual jumlah uang semakin berkurang dan menekan inflasi.
2)      Kebijakan Fiskal
Kebijakan fiscal adalah langkah untuk memengaruhi penerimaan dan pengeluaran pemerintah. Kebijakan dapat mempengarhi tingkat inflasi, diantaranya:
a)      Menghemat pengeluaran pemerintah
Dalam menekan Inflasi dengan cara mengurangi pengeluaran, sehingga permintaan barang dan jasa berkurang akhirnya dapat menurunkan harga.
b)      Menaikan tarif pajak
Naiknya tarif pajak rumah tangga dan perusahaan akan mengurangi tingkat konsumsi dan dapat mengurangi permintaan barang dan jasa, sehingga harga dapat turun.
3)      Kebijakan diluar Kebijakan Moneret dan Kebijakan Fiskal 
a)      Meningkatkan produksi dan jumlah barang di pasar
Pemerintah mengeluarkan peraturan yang mendorong produsen menambah produksi dengan member premi atau subsidi pada perusahaan yang memenuhi target tertentu, pemerintah melonggarkan keran import untuk menambah barang yang beredar dengan menurunkan bea masuk barang impor.
b)     Menetapkan harga maksimum untuk beberapa jenis barang
Penetapan akan mengendalikan harga ehingga inflasi dapat terkendali, penetapah harga harus realistis, jika tidak realistis dapat terjadi pasar gelap (black market).



SEKIAN...



Tidak ada komentar:

Posting Komentar