Minggu, 24 Juli 2016

ekonomi materi KEBIJAKAN MONETER




 Kebijakan Moneter



1. Pengertian kebijakan Moneter
Menurut Alam s(2014:161-162) Kebijakan berasal dari kata bijak yang di tambah dengan imbuhan ke-an. Bijak sendiri memiliki arti pandai atau mahir. Kebijakan artinya kepandaian atau kemahiran. Sedangkan moneter artinya keuangan atau mengenai keuangan. Jadi,berdasarkan arti perkatanya Kebijakan moneter adalah kepandaian mengenai keuangan.
Bersumber dari wikipedia, kebijakan moneter adalah suatu usaha dalam mengendalikan keadaan ekonomi makro agar dapat berjalan sesuai dengan yang diinginkan melalui pengaturan jumlah uang yang beredar dalam perekonomian. Usaha tersebut dilakukan agar terjadi kestabilan harga dan inflasi serta terjadinya peningkatan output keseimbangan. Pengaturan jumlah uang yang beredar pada masyarakat diatur dengan cara menambah atau mengurangi jumlah uang yang beredar.
Bersumber dari wikipediadan menurut Alam S (2014:163), kebijakan moneter dapat digolongkan menjadi dua,yaitu:
a.) Kebijakan Moneter Ekspansif / Monetary Expansive Policy,
adalah suatu kebijakan dalam rangka menambah jumlah uang yang beredar.Kebijakan ini dilakukan untuk mengatasi pengangguran dan meningkatkan daya beli masyarakat (permintaan masyarakat) pada saat perekonomian mengalami resesi atau depresi. Kebijakan ini disebut juga kebijakan moneter longgar (easy money policy). Kebijakan ini dapat berupa penurunan tingkat suku bunga (kebijakan diskonto) pembelian surat surat berharga (kebijakan pasar terbuka), penurunan cadangan kas (kebijkan cash ratio), dan kelonggaran pemberian kredit.
b.) Kebijakan Moneter Kontraktif / Monetary Contractive Policy,
adalah suatu kebijakan dalam rangka mengurangi jumlah uang yang beredar.Kebijakan ini dilakukan pada saat perekonomian mengalami inflasi. Disebut juga dengan kebijakan uang ketat (tight money policy). Kebijakan moneter kontraktif dilakukan dengan menaikan  suku bunga, menjual SBI, menaikkan cadangan kas, dan membatasi pemberian kredit.



1.      Tujuan dan Peran Kebijakan Moneter
a.       Tujuan kebijakan moneter
Secara grais besar tujuan kebijakan moneter adalah menjaga kestabian ekonomi yang ditandai dengan gairah dunia usaha dan meningkatkankesempatan kerja. Menurut Alam S (2014:162). Beberapa tujuan kebijakan moneter adalah sebagai berikut:
1.              Menjaga stabilitas ekonomi
Stabilitas ekonomi adalah suatu keadaan perekonomian yang berjalan sesuai dengan harapan,terkendali, dan berkesinambungan. Artinya, pertumbuhanarus uang yang beredar seimbang dengan pertumbuhan arus barang dan jasa yang tersedia.
2.              Menjaga stabilitas harga.
Kebijakan moneter selalu dihubungkan dengan jumlah uang yang beredar dan jumlah barang dan jasa. Interaksi antara jumlah uang yang beredar dengan jumlah barang dan jasa akan menghasilkan harga. Ada kalanya harga naik atau turun tidak beraturan, sehingga perubahan harga dapat mempengaruhi kegiatan ekonomi masyarakat. Apabila harga cenderung naik terus menerus, orang akan membelanjakan semua uangnya yang mengakibatkan terjadinya gejala ekonomi yang disebut inflasi. Hal ini akan mengakibatkan tidak adanya kestabilan harga. Kebijakan ekonomi inilah yang akan berperan dalam menstabilkan harga agar kegiatan ekonomi berjalan dengan baik.
3.              Meningkatkan kesempatan kerja.
Jika jumlah uang beredar seimbang dengan jumlah barang dan jasa, maka perekonomian akan stabil. Pada keadaan ekonomi yang stabil, banyak penguaha yang akan mengadakan investasi. Investasi akan memungkinkan adanya lapangan kerja baru, yang berarti akan meningkatkan kesempatan kerja juga.
4.              Memperbaiki posisi neraca perdagangan dan neraca pembayaran.
Kebijakan moneter dapat memeperbaiki posisi neraca perdagangandan neraca pembayaran. Dalam hal ini, kebijakan moneter akan mengeluarkan kebijakan moneter mengenai upaya meningkatkan ekspor, karena peningkatan jumlah ekspor akan memeperbaiki neraca perdagangan dan neraca pembayaran.


b.       Peran kebijakan moneter
selain memiliki tujuan, keijakan moneter juga memiliki beberapa peran dalam kehidupan ekonomi nasional ini. Kebijakan moneter memiliki peran dalam pembangunan ekonomi. Beberapa peranan dari kebijakan moneter yaitu:
1.) Menyesuaikan jumlah uang yang beredar dalam masyarakat.
2.) Mengarahkan penggunaan uang dan kredit sehingga nilai uang negara dapat terjaga kestabilannya.
3.) Mendorong produsen meningkatkan kegiatan produksi
                                       
2.       Instrumen kebijakan moneter
Menurut Alam S (2014:163-165) dan bersumber dari internet (http://jurnal-sdm.blogspot.com/2009/06/kebijakan-moneter-derfinisi-dan.html),Bank Sentral menggunakan instrumen instrumen berikut dalam encapai tujuan kebikan moneter.
a. Operasi Pasar Terbuka (Open Market Operation)
Instrumen ini merupakan alat kebijakan moneter yang terpenting karena
merupakan determinan utama antara perubahan tingkat suku bunga dan monetary base serta menjadi sumber utama untuk mempengaruhi fluktuasi jumlah uang beredar. Kebijakan ini meliputi tindakan menjual dan membeli surat-surat berharga oleh bank sentral. Tindakan ini memiliki 2 pengaruh utama terhadap kondisi pasar uang : pertama, menaikkan cadangan bank-bank umum yang turut dalam transaksi. Hal ini dikarenakan dalam pembelian surat berharga misalnya, bank sentral akan menambah cadangan bank umum yang menjual surat berharga tersebut, akibatnya bank umum dapat menambah jumlah uang yang beredar (melalui proses penciptaan kredit). Pada saat bank sentral menjual surat-surat berharga di pasar terbuka, cadangan bank-bank umum akan menurun. Berikutnya bank-bank ini dipaksa untuk mengurangi penyaluran kreditnya, dengan demikian akan mengurangi jumlah uang beredar. Pengaruh yang kedua, tindakan pembelian atau penjualan surat berharga akan mempengaruhi harga (dan dengan demikian juga tingkat bunga) surat berharga, sehingga mengakibatkan menurunnya jumlah uang beredar dan meningkatkan tingkat suku bunga.
Berdasarkan tujuannya, operasi pasar terbuka dibagi menjadi 2 jenis, yaitu :
· Dynamic open market operation, yang bertujuan untuk mengubah jumlah cadangan dan monetary base.
· Defensif open market operation, yang bertujuan untuk mengontrol faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi jumlah cadangan dan
monetary base.

b.Penetapan Tingkat Diskonto (Discount Policy)
Kebijakan ini meliputi tindakan untuk mengubah
tingkat bunga yang harus dibayar oleh bank umum dalam hal meminjam dana dari bank sentral. Kebijakan ini pada dasarnya bertujuan untuk mempengaruhi tingkat diskonto yang selanjutnya akan berpengaruh terhadap jumlah uang beredar melalui perubahan tingkat bunga pinjaman. Dengan menaikkan diskonto, maka biaya untuk meminjam dana dari bank sentral akan naik sehingga akan mengurangi keinginan bank umum untuk melakukan peminjaman ke bank sentral.
Akibatnya, jumlah uang yang beredar dapat ditekan / dikurangi. Di samping itu, posisi jumlah cadangan juga dapat dipengaruhi melalui instrumen ini. Apabila tingkat diskonto mengalami kenaikan, maka akan meningkatkan biaya pinjaman pada bank. Peningkatan jumlah cadangan ini merupakan indikasi bahwa bank sentral menerapkan kebijakan moneter yang ketat.
Dinegara yang sudah maju, politik diskonto ini juga mempunyai efek pengumuman (announcement effect), yakni efek yang diimbulkan dari adanya pengumuman (melalui media massa) tentang tingkat Diskonto. Pengumuman ini akan dipakai oleh masyarakat sebagai indikasi ketat tidaknya kebujaksanaan moneter pemerintah.

c.       Penetapan Cadangan Wajib Minimum (Reserves Requirements)
Kebijakan perubahan cadangan minimum dapat mempengaruhi jumlah uang yang beredar. Apabila cadangan wajib minimum diturunkan, maka akan mengakibatkan terjadinya peningkatan jumlah deposito sehingga jumlah uang beredar cenderung meningkat, dan sebaliknya apabila cadangan wajib minimum dinaikkan, maka akan mengurangi jumlah deposito yang akhirnya akan menurunkan jumlah uang yang beredar.
Indikator empirik untuk kebijakan moneter yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah :
1)      Jumlah uang beredar (M2), yaitu jumlah seluruh uang yang beredar yang terdiri dari M1(uang kartal dan uang giral) ditambah dengan uang kuasi.
2)      Bungadeposito 1 bulan (Depo1)
3)      Tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI)
4)      Nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika
5)      Inflasi

d.      margin requirement
Margin requirement atau yang dikenal dengan kebijakan kredit ketat digunakan untuk membatasi penggunaan kredit untuk tujuan-tujuan pembelian surat berharga (yang biasanya bersifat spekulatif). Caranya, dengan menetapkan jumlah minimum kas down payment untuk transaksi surat berharga. Misalnya, ditentukan margin requirement 80% harus dibayar dengan kas dan baru sisanya (20%) boleh dipinjam dari bank.

e.       Moral Suasion
Moral suasion (kebijakan dorongan moral)Dimaksudkan untuk mempengaruhi sikap lembaga moneter dan individu yang bergerak dibidang moneter dengan pidato-pidato Gubernur Bank Sentral, atau publikasi-publikasi, agar supaya bersikap seperti yang dikehendaki oleh penguasa moneter. Pidato-pidato atau publikasi – publikasi inidapat berupa ajakan atau laangan untuk menahan pinjaman tabungan ataupun melepaskan pinjaman.










Tidak ada komentar:

Posting Komentar